@stasiun


Masih 15 menit lagi kereta api KRL express akan berhenti di stasiun ini pada lajur 2, aku segera masuk dengan tap kartu multitrip

Sudah banyak perubahan dari sejak awal tahun1996 menggunakan public transportation ini

Kualihkan mata ku ke sebuah bangku panjang yang dapat menampung 3 orang sekaligus dengan postur yang sedang.
ah masih bisa 1 orang lagi, dan postur ku yang tidak dapat dikatakan kurus namun juga tidak terlalu over weight, yang sudah sebulan ini berusaha mengurangi karbohidrat setiap malam dan lumayan juga 4 kilo sudah lenyap dari tubuh ku ini.

Plok…hm muat juga pikirku…lalu mataku melirik kekananku dan tersenyum sebagai tanda permisi dari ku.
ntah mengapa akupun juga mulai susah untuk mendahulukan kata kata “permisi” coba kalau lagi di luar negeri hmm ntah kenapa kata kata excuse me please” selalu saja terucap.

Banyak perubahan pikirku, aku mulai memanfaatkan kereta api sebagai sarana transportasi utama jika pergi ke kantor sejak 18 tahun yang lalu.
terbayang ketika itu rel masih satu jalur, kereta hanya ada 2 macam yaitu kereta ekonomi dan kereta batu bara….dan aku sudah pernah merasakan keduanya, walaupun hanya satu kali aku menaiki kereta batu bara dan sejak saat itu aku berjanji tidak mau lagi, walaupun harus resiko terlambat masuk kantor.

Saat itu jadual kereta api ekonomi ada 2 kali tayang dijam yang sangat pas untuk masuk kantor yang sering kali disebut dengan KRL pertama tiba 0610 wib dan KRL kedua 06.30 , Jika dengan KRL kedua maka jam tiba di ST Tanah Abang jam 07:15. setelah itu KRL ekonomi akan ada lagi jam 08.00 maka bagi yang berkantor dengan jam kerja dimulai jam 07:30 seperti saya akan berusaha menaiki paling lambat KRL Kedua.

antara KRL kedua dan Ketiga terdapat kereta api Batu Bara yang menuju ST Tanah ABANG dari ST Pondok ranji tempat aku menunggu kereta, sehingga pernah saya terlambat beberapa menit sehingga tertinggal kereta KRL kedua, sehingga mau tidak mau agar tetap mendapatkan point disiplin yang baik dikantor maka mencoba naik kereta berikutnya yaitu kereta batu bara.

Menunggu aku berdebar karena dikejar detik demi detik batas waktu masuk kantor jam 07:30..

Tiba tiba terderngar suara sangat khas sekali, kalau dulu sih mirip suara pintu 1 bioskop mau dibuka, ya ketika masih di Bandung Bioskop BIP,
namun kali ini adalah suara tanda kereta mau masuk jalur di stasiun.

Aku sempat ragu ketika kereta batu bara tersebut berhenti persis didepan ku, gerbong gerbong terbuka yang didalamnya kosong bekas angkutan batubara, dan aku hanya bisa berdiri di antara gerbong tersebut yang memang terdapat bordes selebar 30 cm, aku coba menaikinya ada 1 orang lagi yang hanya dia melihat aku yang ragu ragu naik.

aku coba cari pegangan, ku raba lagi dan memang tidak ada pegangan sama sekali waduh sedangkan jika memagan pingiran gerbong sangat riskan, dan lelaki memberikan isyarat ke tangannya, ternyata jarinya mengait ke sesuatu kait kecil yang hanya bisa 1 buah jari.. ha..jadi selama perjanan aku hanya pegangan itu saja.

putusan harus diambil..terlambat atau coba dengan masih ada harapan tidak terlambat.

akhirnya saya putuskan untuk terus……..never think do like that again…

aku tersentak dari lamunanku ternyata KRL AC sudah mau masuk jalur dan aku segera berlari menyebrang ke jalur 2

Pondok ranji 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s