Merenung Sejenak


Entah mengapa hati ini begitu gundah, seperti sesuatu yang mengganjal , namun tak kutahui apa.

Badan pun terasa lelah dan tak bergairah, seakan semuanya hilang tanpa harapan.

Adakah ini refleksi atas semua yang telah kulakukan yang tak terampuni oleh Mu.

Tidak seperti pohon pohon yang merindangi tempat ini tanpa rasa lelah dan penuh harapan bahwa manusia akan berterima kasih padanya.

Walaupun tubuhnya rusak karena polusi yang dibuat oleh manusia yang selalu berharap dirinya untuk terus berdiri dengan rindang.

Akankah tubuhku dapat tidak lelah yang terus kuat dan berpengharapan walaupun terus dirusak oleh obat obat yang membantunya  hidup.

Ku perlu merenungi semua ini bahwa Yang Kuasa akan selalu menyediakan yang terbaik.

Ku terus merenungi bahwa hidup ini indah dan sangat indah untuk dibiarkan berlalu negitu saja.

Ku selalu merenungi tak ada yang dapat menghalangi untuk terus mengaggumi Engkau yang mengijinkan semua ini terjadi didalam tubuhku ini.

Iya ku perlu duduk sesaat untuk diam sejenak melunakkan kecemasan yang ada.

Iya harapan selalu ada karena kataMu tak ada yang Mustahil bagiMu

Suara burung seakan bernyanyi bersiul menandakan sukacita atas hidupnya

Maka aku pun harus terus memuji kebesaranMu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s