Selamat Jalan “Guru” dan “Sahabat”


Saat perjalanan ke Bandung dengan kereta Argo Parahyangan untuk mengikuti kegiatan workshop kantor, saya menerima berita via Whatsapp yang sangat mengejutkan dan hampir tidak percaya apakah ini Hoax atau kenyataan.

Berita itu mengabarkan bahwa seorang kawan sepelayanan dan juga merupakan Guru yang mengajari kami bernyayi telah dipanggil Bapa di Surga.

Ah sungguh ku tak percaya, aku hanya dapat termenung dan berdoa agar keluarganya diberi kekuatan dan penghiburan.

Beliau adalah seorang yang sangat Tulus hatinya, kesehariannya setelah pulang kerja adalah mengajari bernyanyi Pujian, mulai dari anak anak Sekolah Minggu, Naposo dan remaja, juga Mannen (penyanyi laki laki) dan terakhir kami juga diajarnya yaitu Punguan Keluarga Muda (PKM)

Dia masih muda anaknya masih kecil dan telah mengabdikan hidupnya untuk Tuhan dengan mengajar sesuai talenta yang diberikan kepadanya.

Selamat Jalan Guru kami Sahabat Kami, bernyanyilah dengan malaikat di Surga dan Keluarga mu apsti akan dipelihara oleh Nya.

Terima kasih Sahabat, komentar komentar mu masih terngiang di telinga kami, bahwa bernyanyi untuk Tuhan haruslah dengan hati dan membutuhkan pengorbanan dari aktivitas aktivitas yang ada dan mungkin keluarga, namun percayalah Dia akan menggantikan semuanya dan tetap memeliharanya.

Sahabat engkau telah meninggalkan kenangan yang takkan pudar, melekat di hati kami.

Selamat Jalan Guru

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s